Hadapi Pandemi, Kemendikbud Ristek: Bantuan TIK Berlanjut di 2022

KOMPAS.com - Direktur Sekolah Dasar Kemendikbud Ristek, Sri Wahyuningsih mengatakan digitalisasi bisa meningkatkan mutu pendidikan Indonesia. Salah satunya dengan penguasaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Menurut dia, Kemendikbud Ristek memberikan bantuan TIK kepada puluhan ribu sekolah di seluruh Indonesia.
Bantuan yang diberikan berupa laptop, access point, konektor, layar proyektor, speaker aktif hingga internet router.
Tak hanya itu, Kemdikbud Ristek juga memberikan bimbingan teknis kepada para pengajar.
Bantuan TIK, kata dia, tetap relavan tak hanya di masa pembelajaran jarak jauh (PJJ), tapi juga pembelajaran tatap muka (PTM).
"Yang menarik itu, selama PTM terbatas ini, sekolah daring bisa memakai Classroom dan Meet yang memudahkan siswa dan guru. Bukan itu saja, manajemen administrasi sekolah juga makin baik dengan inovasi e-raport," kata dia dalam keterangan resminya, Selasa (8/2/2022).

Continue Reading

7 Jurusan Kuliah untuk Anak IPS Paling Favorit

KOMPAS.com - Siswa SMA/sederajat yang mengambil jurusan IPS apakah merasa minder dengan anak IPA? Seharusnya kamu tidak boleh minder karena jurusan IPS juga cukup bergengsi.

 Ada banyak jenis pekerjaan yang butuh lulusan dari jurusan IPS. Jadi, jurusan kuliah anak IPS juga cukup menjamin untuk masa depan cerah.
Sebenarnya, mau jurusan IPA atau IPS selama kamu bisa belajar tekun, memilih bidang keilmuan yang tepat, dan bekerja keras, maka jalan menuju kesuksesan bakal terbentang lebar.

Secara khusus bagi para siswa atau lulusan IPS yang ingin kuliah dan masih bingung mau ambil jurusan apa, maka harus paham dulu jurusan kuliah untuk anak IPS yang paling favorit itu apa?

Jurusan kuliah untuk anak IPS

Melansir laman Quipper, Jumat (24/12/2021), berikut ini 7 jurusan kuliah untuk anak IPS yang paling favorit dan prospek kerjanya nanti:

Continue Reading

Aturan Baru Sekolah Tatap Muka: Daerah PPKM Level 2 PTM 50 Persen

KOMPAS.com - Mulai hari ini, Kamis (3/2/022) daerah-daerah dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2 disetujui untuk menyesuaikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan kapasitas siswa 100 persen menjadi kapasitas siswa 50 persen. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Suharti bahwa Kemendikbud Ristek memahami bahwa saat ini tengah terjadi lonjakan kasus COVID-19 di beberapa daerah. Kebijakan tersebut juga sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo pada rapat terbatas Senin (31/1/2022) lalu, yang ditindaklanjuti dengan dikeluarkannya Instruksi Mendagri (Inmendagri) bahwa pemerintah akan terus meningkatkan pengawasan dan monitoring di tengah peningkatan penyebaran virus Covid-19 varian Omicron

Sejalan dengan itu, Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Kemenkomarves), Kemendikbudristek, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan Kementerian Agama (Kemenag) menyetujui untuk diberikan diskresi kepada daerah pada wilayah PPKM level 2. "Mulai hari ini, daerah-daerah dengan PPKM level 2 disetujui untuk diberikan diskresi untuk dapat menyesuaikan PTM dengan kapasitas siswa 100 persen menjadi kapasitas siswa 50 persen," paparnya dalam rilis.

Continue Reading

Ada 5 Gaya Belajar Siswa, Kamu Tipe yang Mana?

Jakarta - Setiap siswa memiliki gaya belajar masing-masing yang tidak bisa disamakan. Dalam dunia pendidikan, gaya tersebut berguna untuk memudahkan siswa untuk memahami pembelajaran.
Ada siswa yang mudah memahami hanya dengan mendengar dan melihat. Di sisi lain, ada juga siswa yang lebih mudah memahami materi pelajaran saat praktik.

Tipe gaya belajar ini tak hanya penting dipahami oleh siswa, namun juga untuk guru. Tujuannya tentu agar guru mampu melakukan pembelajaran dengan pendekatan yang sesuai dengan setiap siswa.

5 Tipe Gaya Belajar Siswa


1. Gaya Belajar Visual
Saat mempelajari sesuatu, tipe ini memiliki kemampuan belajar dengan cara melihat. Tipe ini juga rata-rata memiliki indera penglihatan yang tajam dan teliti.

Selain itu, pelajar dengan tipe ini juga nyaman untuk belajar dengan menggunakan penggunaan warna ataupun garis seperti peta, bagan, simbol- simbol, dan lainnya yang berkaitan dengan bentuk.

2. Gaya Belajar Auditori
Gaya belajar auditori mengandalkan pendengaran sebagai penerima informasi dan pengetahuan. Tipe ini biasanya paling peka dan hafal dari setiap ucapan yang pernah didengar bukan apa yang dilihat.

3. Gaya Belajar Kinestetik
Tipe satu ini cenderung menyenangi belajar yang melibatkan gerakan. Dengan melakukan atau menyentuh objek yang dipelajari akan memberikan pengalaman tersendiri bagi tipe kinestetik.

Tipe ini umumnya menyukai pelajaran seperti olahraga, menari, memainkan musik, percobaan laboratorium, dan lainnya.

Continue Reading

Kurikulum Prototipe Dikritik, Kemendikbud: Uji Publik Sudah Dilakukan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdristek) menyatakan kurikulum prototipe yang sedang diujicoba pada ribuan sekolah penggerak telah melalui uji publik yang memadai.
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Anindito Aditomo pun membantah kritik Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) yang menyebut kurikulum tersebut tak melalui uji publik.

"Uji publik sudah dilakukan beberapa kali, Pak Heru dari FSGI juga hadir," tegas pria dengan sapaan Nino tersebut pada wartawan, Jumat (28/01/2022).

Dirinya menyebut, saat ini kurikulum prototipe masih dalam tahap uji coba. Oleh sebabnya, pihak Kemendikbudristek masih menerima masukan dari publik, utamanya dari sekolah dan guru yang melakukan uji coba.

Sebelumnya, FSGI melayangkan kritik atas penerapan kurikulum prototipe. Salah satu poin yang disorot adalah ketiadaan uji publik yang memadai dan transparansi di dalam penerapan kurikulum prototipe.

Continue Reading

Pendaftaran Calon Kepala Sekolah Penggerak Angkatan 3 Dibuka

KOMPAS.com - Pendaftaran Calon Kepala Sekolah Penggerak Angkatan 3 Tahun 2023 telah dimulai. Sesuai dengan lini masa yang telah ditetapkan oleh pelaksana Program Sekolah Penggerak (PSP), maka pendaftaran bisa dilakukan sejak tanggal 19 Januari hingga 28 Februari 2022.
Direktur Pendidikan Anak Usia Dini Kemendikbudristek, Muhammad Hasbi mengatakan untuk seleksi tahap pertama dilakukan pada tanggal 27 Januari hingga 28 Februari.
Tahapan seleksi dilakukan dengan tim penilai yang akan mencermati dokumen registrasi, pengisian biodata atau curiculum vitae (CV), pengisian essay dan unggahan dokumen.
Lalu, tahap selanjutnya pengumuman hasil seleksi tahap 1 yang akan berlangsung 4 April 2022. Kemudian proses tahapan seleksi selanjutnya, setelah calon kepala sekolah penggerak dinyatakan lulus seleksi tahap 1 akan mengikuti proses seleksi tahap 2.

Proses seleksi tahap dua akan berlangsung tanggal 9 April hingga 11 Juni 2022. Pada seleksi tahap dua calon kepala sekolah penggerak mengikuti tes Simulasi Mengajar dan Wawancara.

Continue Reading

Hari Pendidikan Internasional, Sinergia Animal Gelar Kampanye Nutrisi Berkelanjutan

KOMPAS.com - Hari Pendidikan Internasional ditetapkan tanggal 24 Januari oleh Majelis Umum PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) sejak tahun 2018 sebagai pengingat bahwa pendidikan merupakan hak asasi manusia dan menjadi tanggung jawab bersama. Tahun lalu, UNESCO mengangkat tema “Recover and Revitalize Education for the Covid-19 Generation”. Sedangkan tahun 2022 ini UNESCO mengangkat tema "Changing Course, Transforming Education". Salah satu isu penting yang diangkat adalah perhatian terkait edukasi nutrisi yang berkelanjutan. Among Prakosa, Manajer Kebijakan Pangan Nutrisi Esok Hari di Indonesia melalui rilis resmi (24/1/2022) menyebut lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam melakukan edukasi pangan dan nutrisi yang berkelanjutan. "Lembaga pendidikan memainkan peran penting dalam membentuk generasi masa depan dan menunjukkan cara praktis bagi setiap orang untuk dapat bertindak lebih berkelanjutan," tegas Prakosa. Itulah yang kemudian mendorong Bentara Papua, organisasi berfokus pada mempromosikan tanaman pangan masyarakat adat sebagai komoditas berkelanjutan dan Sinergia Animal, LSM yang bekerja terutama di Amerika Latin dan Asia Tenggara, menggelar kampanye program "Nutrisi Esok Hari". Program ini bertujuan mengganti produk hewani dengan bahan nabati di sekolah dan lembaga pendidikan lainnya sebesar 20 persen untuk meningkatkan kesehatan dan mengurangi jejak lingkungan. "Gagasannya adalah untuk menyediakan menu berbasis nabati setidaknya satu hari seminggu di ruang makan dan kantin mereka serta mendidik siswa, guru, dan juru masak tentang bagaimana pilihan makanan kita memengaruhi dunia di sekitar kita dan pentingnya makan sehat," jelas Prakosa.

Continue Reading

Mengapa Guru Penggerak ?

KOMPAS.com - Dalam konteks kebahasaan, istilah penggerak memang dimaksudkan untuk menggerakkan berbagai elemen, khususnya yang berkecimpung dalam dunia pendidikan.

 Saat ini, euforia program Guru Penggerak yang digagas Mendikbud Ristek Nadiem Makariem menarik perhatian bagi guru.
Sejalan dengan terbitnya regulasi mengenai salah satu syarat rekrutmen kepala sekolah, guru penggerak semakin menjadi trending topik. Hal lain yang membedakan regulasi tersebut dengan sebelumnya adalah mengenai syarat pangkat minimal sebagai calon kepala sekolah, serta pemberian kesempatan kepada Aparatur Sipil Negara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (ASN PPPK) untuk dapat menjadi kepala sekolah.
Dengan catatan, calon kepala sekolah harus sudah melewati tahapan pendidikan guru penggerak untuk dapat menjadi kepala sekolah.

Hal ini tentu menjadi pertanyaan, mengapa harus guru penggerak?

Continue Reading