PERINTAH PUN INGIN BERKEMBANG

Selamat pagi insan pendidikan Indonesia. Baru-baru ini ternyata pemerintah menyelenggarakan Kompetisi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik (P4). Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PAN-RB) bekerja sama dengan Bandung Trust Advisory Group (B-Trust) ini berlangsung di  Hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan Jakarta, Kamis (16/6). 

Continue Reading

Bagaimana Cara Memotivasi Anak Untuk Belajar?

Apakah kita menyadari bahwa anak-anak perlu di motivasi dalam belajar?
Bapak-ibu guru pasti tidak henti-hentinya selalu memberikan motivasi kepada para siswa-siswinya supaya tidak terus meningkatkan semangat untuk belajar.

Tetapi disisi para siswa justru sudah banyak yang merasa tidak cocok dengan mata pelajaran tertentu. Seberapa sering kita mendengar ucapan Aku benci matematika atau Aku tidak mau mengerjakan PR dan aku tidak suka sekolah. Coba bayangkan apa yang dirasakan para siswa-siswi tersebut? Tidakjarang orang tua juga mendorong dengan memberikan les pelajaran yang tidak disukai oeh anak tersebut. Dan hal yang terjadi justru anak-anak semakin muak terhadap pelajaran yang dia tidak suka itu.

Continue Reading

Digitalisasi Sekolah, bikin Ayah senang (Part 3)

“Terkait dengan sekolah kita menerapkan digitalisasi sekolah atau memasuki Sekolah 4.0, kami salah satunya ada program Digital Teknologi Metaverse, salah satunya putra bapak akan kami libatkan secara khusus dalam program ini. Isi program Digital Teknologi Metaverse salah satunya pemrograman games. Nanti Andi yang akan memimpin dan memilih team buat kompetisi games tingkat nasional mewakili sekolah. Apakah bapak mengijinkan kami melibatkan Andi?”, ini permintaan pak Budiman.

Aku sendiri kaget mendengar pemaparan pak Budiman, beliau sambil tersenyum ke arahku. Belum sempat ayah menjawab, pak Budiman bercerita kalau aku sebenarnya sudah diketahui memang ahli dalam bermain games,khususnya games strategi. Oleh karena itu sekolah yakin akan keberhasilannya dalam memenangkan lomba bila aku yang pegang. Dan jangan khawatir dengan akademiku bila aku nanti pegang peran ini, sekolah pasti akan membantu maksimal dalam akademiku. Sesaat aku merasa kalau kali ini ayah menatapku langsung. Aku hanya bisa tersenyum aja saat ayah menatapku.

 

Continue Reading

Digitalisasi Sekolah, bikin Ayah senang (Part 2)

Suatu malam, diisaat kumpul makan malam seperti biasa Ayah mulai menanyakan kepada anak-anak kegiatannya seharian di sekolah hari ini. 

Anton, kapan jadinya tempatmu ada tes tengah semester?”, tanya ayah pada Anton.

Dan saat itu aku memperhatikan Anton dengan bangga diri menjawab setiap pertanyaan-pertanyaan ayah selanjutnya. Demikian juga ekor mataku menangkap kesiapan Intan untuk menjawab pertanyaan dari ayah. Mereka berdua selalu antusias bila menjawab pertanyaan ayah tersebut.

Intan, bagaimana persiapan kamu untuk olympiade bulan Mei tahun ini?”, tanya ayah pada Intan.

Dengan gaya centil dan riangnya Intan menjawab pertanyaan ayah. Terlihat dia sangat antusias sekali kalau bercerita tentang lomba-lomba fisika itu. Memang terlihat dia sangat menguasai dan sangat termotivasi bila membicarakan fisika. Aku saja pernah minta tolong dia untuk mengerjakan PR fisika-ku waktu dulu. 

“Andi, Senin nanti ayah yang akan ikut rapat orang tua murid bulan ini, semoga kamu tidak ada masalah lagi yang bikin ayah malu”, demikian ayah sekilas bicara sama aku. Maka aku menanggapinya hanya dengan mengangguk saja, seperti biasa yang aku lakukan. Tapi kali ini aku sedikit kaget, biasanya yang mengurusi yang terkait sekolahku itu ibuku, kok kali ini ayah yang akan berangkat.

Continue Reading

Digitalisasi Sekolah, bikin Ayah senang (Part 1)

Perkenalkan namaku Andi, aku anak kedua dari 3 bersaudara. Aku lahir dan hidup dalam keluarga yang cukup, ayahku seorang pengusaha di kota metropolitan ini. Sementara ibuku juga wanita sibuk dalam karirnya di sebuah perusahaan BUMN ternama di negara ini. Kakakku bernama Anton yang bersekolah di sebuah SMU international school ternama dikota ini. Sedangkan Intan, adikku itu juga gadis dengan paras cantik dan cerdas, terbukti dia sering ikut lomba olimpiade fisika. 

Intan ini cukup terkenal prestasinya di bidang fisika. Dia baru kelas 2 SMP di sebuah sekolah negeri ternama di kota ini, tetapi sudah pernah memenangkan olimpiade tingkat Asia yang diselenggarakan di Singapura. Hal ini sering diangga-banggakan samaayah dan ibu. Terlebih-lebih ayah, bila ada pertemuan keluarga besar maka dia tidak henti-hentinya berceriat dengan bangga tentang Intan sama saudara-saudaranya.

Sementara Anton ini memang anak yang berprestasi sejak kecil, di sekolah dia selalu juara 1. Bahkan bila habis semesteran, ibu bisa membahasnya di meja makan tentang prestasi Anton selama seminggu. Bahkan dengan prestasi Anton yang gemilang ini ayah selalu mengatakan akan mengkuliahkan dia di tempat ayah dulu kuliah. Ayahku dulu kuliah di Harvard University. Dia juga orang jenius dalam ekonomi, maka usahanya sukses luar biasa. 

Continue Reading

Selamat Tinggal Sekolahku, Saatnya Metaverse Learning

Beberapa bulan lalu, diakhir tahun 2021 kita sempat heboh membahas dan mengevaluasi PJJ yang diselenggarakan sekolah-sekolah di Indonesia. Mulai muncul sanggahan-sanggahan yang mengarah pada PJJ yang membuat pendidikan kita tidak maju. Bahkan sebagian orang mengkritik PJJ mengakibatkan menimbulkan LOST LEARNING. Banyak anak murid yang dianggap tidak optimal belajarnya. Sistem pembelajaran jarak jauh atau terus dikenal digitalisasi sekolah dianggap mempunyai dampak buruk bagi perkembangan dunia pendidikan Indonesia saat ini. Padahal yng memang belum siap untuk melakukan PJJ adalah para siswanya yang perlu diajari dulu tanggung jawab pribadi melakukan pembelajaran mandiri. Untuk para gurunya juga dilatih untuk mengenal digital mindset sehingga mampu menyelenggarakan kelas virtual yang menarik, bukan hanya memindahkan kelas offline ke kelas online.

Lucunya kita sedang heboh hal tersebut (cocok tidaknya PJJ), sedangkan di negara-negara maju sudah memikirkan pola pendidikan tidak hanya sistem informasi sekolah, juga bukan digitalisasi sekoah, tetapi sudah memikirkan pendidikan kedepan yang berbasis teknologi metaverse. Bernard Marr melalui bukunya yang berjudul Extended Reality In Practice, memaparkan pendidikan dari 3 sisi seperti virtual reality, augmented reality dan mixed reality. Melihat peran strategis teknologi dalam pembelajaran di kelas maupun pembelajaran mandiri. 

Continue Reading

Bahaya Pakai Fingerprint

Sensor fingerprint adalah sebuah perangkat teknologi yang memanfaatkan sidik jari sebagai media identifikasi penggunanya. Cara kerja sensor fingerprint adalah dengan merekam gambar digital pada pola sidik jari. Dari hasil rekaman tersebut kemudian dijadikan sebagai sebuah template biometrik yang disimpan dan digunakan untuk pencocokan identitas sesorang atau penggunanya.

Perkembagan sensor fingerprint pada awalnya digunakan pada bidang keamanan dan pemerintahan untuk keperluan pendataan kependudukan serta penegakan hukum. Kemajuan teknologi membawa perubhana juga kepada peran serta dari identifikasi sidik jari. Kini penerapan sistem keamanan menggunakan sensor sidik jari sudah mulai banyak digunakan oleh individu / personal, bukan lagi hanya digunakan oleh lembaga atau perusahaan, bahkan sekolah-sekolah yang berorientasi pada kemajuan teknologi juga memakainya. Digitalisasi sekolah salah satunya harus mempunyai sistem informasi sekolah yang juga terintegrasi dengan absensi digital.

Continue Reading

Inovasi Sekolah Sejahtera, kolaborasi Kamadeva dengan Koperasi Sasuka Online Indonesia

Apa yang bapak dan ibu ingat ketika mendengar kata “koperasi”? Apa yang terbayang pertama kali? Kemungkinan besar jika kita adalah orang yang jarang berurusan dengan koperasi, kita akan teringat masa dimana kita membeli pensil atau buku tulis di “koperasi sekolah”. Atau jika anda termasuk penggemar pelajaran ekonomi, mungkin akan teringat dengan istilah SHU atau sisa hasil usaha :)

Untuk meng-upgrade ekosistem digital di lingkungan sekolah, Kamadeva bekerjasama dengan Koperasi Sasuka Online Indonesia, yang merupakan koperasi konsumen yang mencoba berinovasi di era dimana saat ini semua serba digitalisasi. Kami hadir dengan solusi inovasi digitalisasi melalui aplikasi bernama “SatuAja”.

Dan sebagai koperasi konsumen, kami mencoba untuk memberikan sebanyak mungkin layanan bagi anggota kami. Sebagai mana kita ketahui bersama, model bisnis koperasi sedikit berbeda dengan bisnis-bisnis lain di luar sana, karena sebuah koperasi sangat peduli pada kesejahteraan para anggotanya.

Nah…yang jadi pertanyaannya sekarang adalah…KOK BISA? Memangnya SatuAja itu koperasi yang seperti apa? Apa bedanya dengan koperasi lain di luar sana? Dan yang paling penting….apa yang bisa di lakukan koperasi agar bisa membuat “saya” sejahtera.

Sebelum masuk ke kesejahteraan para anggota, ada baiknya kita bahas sedikit mengapa issue “kesejahteraan” kami bawa kepada sekolah.

Kami menangkap masalah finansial menjadi salah satu sumber baik dan tidaknya layanan pendidikan yang di berikan oleh pendidik. Apabila pendidik sejahtera, maka paling tidak fokus dan layanan kepada peserta didik akan lebih baik.

Menurut anda, siapa saja Anggota Koperasi di sekolah, apabila di lingkungan sekolah? Apakah Guru? Apakah Karyawan? Atau siswa?

Inovasi dan skema kesejahteraan yang kami tawarkan ke sekolah meliputi seluruh elemen di sekolah, mulai dari guru, karyawan, siswa bahkan para orang tua siswa juga kami ajak untuk bersama-sama bergabung, agar dapat sejahtera bersama-sama :)

Dan karena keanggotaan ini terbuka secara online dan dapat di ikuti oleh siapa saja, maka dapat kita bayangkan bersama apabila anggota saling bahu membahu, berapa besar potensi kesejahteraan yang akan di terima oleh para anggota.

Continue Reading